agung

‘Efek Negativ’ Penggunaan Popok Sekali Pakai dan Kelebihannya

Posted on: 14 April 2010


bayiPraktis, jelas. Tapi benarkah kaki anak jadi berbentuk X? Bahkan, kelak
setelah besar anak jadi impoten?
Memang banyak informasi simpang siur soal pemakaian popok sekali pakai
(pospak) yang bikin orang tua khawatir. Untuk itu, dr. Soenanto
Roewijoko, Sp.A.(k), dari Fakultas Kedokteran UI mencoba meluruskannya.
Saeful Imam. Foto: Iman Dharma S./nakita

Menyebabkan Impoten

Penggunaan pospak yang terlalu lama memang bisa menyebabkan suhu panas
di sekitar alat kelamin. Demikian juga pemakaian celana yang ketat.
Akibatnya, produksi sperma tidak optimal dan sel sperma pun tidak bisa
hidup dalam suasana seperti itu. Namun, hal tersebut hanya terjadi jika
usianya sudah melewati masa pubertas, bukan sebelumnya, apalagi bayi.
Jadi, pemakaian pospak dalam jangka waktu lama tidak akan menyebabkan
gangguan reproduksi
kini ataupun kelak.
Selain itu, harus dibedakan antara impotensi dan gangguan reproduksi
sperma.
Fungsi reproduksi menyangkut ketersediaan sperma dalam testis. Bisa
saja fungsi seksualnya normal, tapi karena tidak terdapat sperma, maka
ia tidak bisa membuahi sel telur. Sementara impotensi dikaitkan dengan
gangguan fungsi ereksi atau alat vital tidak bisa menegang. Akibatnya,
memang tidak terjadi pembuahan.

Kebiasaan Mengompol Berlanjut

Sebenarnya tidak ada hubungan antara pospak dan kebiasaan si kecil
mengompol. Anggapan ini ada karena anak yang memakai pospak umumnya
merasa aman jika buang air. Dia merasa ada wadah yang menampung,
sehingga ia tidak terbiasa untuk ke kamar kecil.
Itulah mengapa, orang tua hendaknya tak lupa mengajari si kecil BAB dan
BAK di toilet, sehingga ia pun bisa belajar mengatur waktu buang air.
Tak perlu khawatir jika si kecil ternyata lebih lama mengompol
dibandingkan yang lain. Ingat, kemampuan satu individu berbeda dengan
individu lainnya. Selain itu, ada juga beberapa penyakit yang membuat
penderitanya kerap mengompol,
salah satunya diabetes pada anak.

Berdaya Serap Tinggi Yang Terbaik

Popok berdaya serap tinggi dapat menghindarkan bayi dari kelembapan
yang cukup tinggi sehingga mengurangi kemungkinan iritasi. Namun, bukan
itu satu-satunya kriteria popok bagus, karena yang tak kalah penting
adalah bahannya tidak beracun dan tidak membuat kulit gampang luka. Cari
yang mengandung material penyerap cairan lebih banyak, sehingga kulit
jadi kering dan bisa mempertahankan pH kulit mendekati normal. Di
pasaran juga telah
beredar pospak dengan permukaan bagian dalamnya dilapisi formula yang
mengandung petrolatum (vaselin) yang akan melekat pada kulit sehingga
mengurangi kelembapan serta gesekan pada kulit.


Mengganggu Pertumbuhan Tulang Pinggul

Itu tak benar. Justru saat ini banyak orang berpendapat pospak sangat
baik untuk perkembangan tulang pinggul. Dengan pospak, bayi bisa lebih
leluasa bergerak. Apalagi desainnya bisa dipilih yang elastis. Kegiatan
berjalan dan pertumbuhan tulang pinggul dengan demikian tidak
terganggu.
Sama Saja, Kok, Dengan Popok Kain Popok kain memungkinkan sirkulasi
udara yang lebih baik bagi kulit bayi.
Namun, saat ini banyak pospak yang dibuat dari bahan sedemikian rupa,
sehingga sirkulasi udara tetap berlangsung sekaligus mengurangi
kelembapan.
Selain itu, daya serap pospak yang berkualitas juga sangat baik,
sehingga kulit bayi tetap sehat dan tidak lembap. Meski demikian, tidak
berarti kita boleh bermalas-malasan mengganti popoknya. Bagaimanapun
popok tersebut memiliki kapasitas maksimum yang tidak boleh dilampaui.
Setidaknya, usahakan untuk mengganti popok setiap 6 jam sekali, meski
belum terlalu penuh.
Sebaliknya, meski baru saja diganti, kalau sudah tampak penuh harus
segera dibuang.
Penting diketahui, bayi yang baru lahir bisa buang air rata-rata setiap
30 menit sekali. Kalau Anda menggunakan popok kain dan tidak
menggantinya secara cepat, air seni malah akan membuat kulitnya basah
dan tak bias bernapas.

Benarkah Pospak Akibatkan Ruam Popok?

Ruam popok merupakan iritasi yang disebabkan dekomposisi dari air seni.
Pemakaian pospak di atas 12 jam bisa menyebabkan ruam popok. Selain
urin, tinja pun bisa menyebabkan iritasi. Itulah yang menyebabkan adanya
dugaan pospak sering membuat bayi terkena ruam popok, karena popok
sekali pakai menampung air seni berjam-jam, sedangkan bila menggunakan
popok kain, adanya kotoran bisa langsung diketahui, sehingga dapat
langsung diganti.
Namun kini, daya serap pospak yang beredar di pasaran sudah semakin
bagus, sehingga ruam popok bisa diminimalisir. Hasil penelitian atas
studi perbandingan antara pengguna pospak dan popok kain juga
membuktikan, kulit bayi yang mengenakan pospak jauh lebih sehat
dibandingkan yang mengenakan popok kain.
Riset yang diadakan di 16 negara serta telah dipublikasikan di
Pediatric Dermatology, Journal of American Academy serta Journal of
Pediatric Health Care itu semuanya menunjukkan pospak berdaya serap
tinggi mampu menjaga kulit tetap kering, sehingga si kecil terhindar
dari ruam popok. Walaupun begitu, jangan tunggu terlalu lama untuk
mengganti pospak yang sudah kotor.
Ada juga bayi yang kulitnya sangat sensitif terhadap bahan pospak
tertentu sehingga kerap teriritasi. Jika hal ini terjadi, hentikan
pemakaian pospak, atau cari pospak lain yang lebih cocok. Umumnya,
setiap merek mempunyai bahan yang sedikit berbeda dengan merek lain.
Kalau sudah cocok dengan satu merek, sebaiknya jangan mengganti dengan
yang lain, kecuali kalau memang susah dicari di pasaran. Namun bila
memang tidak cocok dengan banyak merek, pakailah popok dari bahan kain.

Mengganggu Pertumbuhan Kaki

Memang ada yang menduga pospak bisa membuat jarak kedua kaki semakin
lebar dan mengganggu pertumbuhannya. Setelah itu, diperkirakan cara
berjalan anak juga terganggu. Istilah awamnya ngegang. Mungkin anggapan
tersebut timbul akibat melihat tepi pospak yang sangat kaku. Apalagi
jika dipakai secara terus-menerus.
Hanya saja, kekhawatiran mengenai hal ini belum pernah dibuktikan
secara ilmiah. Selain itu, kalaupun terdapat kasus yang demikian, maka
tak perlu khawatir karena biasanya akan segera pulih dalam waktu yang
cukup cepat. Selain itu, cara jalan bayi dengan orang dewasa, kan,
memang berbeda.
Seorang bayi masih dalam tahap pertumbuhan tulang sehingga tak jarang
cara berjalannya masih kurang sempurna. Baru saat menginjak umur 2
tahun, ia bisa berjalan dengan sempurna.

Ruam Popok Bisa Sembuh Dengan Memakai Pospak?

Pospak bukan menyembuhkan ruam popok, tapi menjadi bagian penting dari
perawatan ruam popok. Pospak yang berdaya serap tinggi mampu mengurangi
kebasahan, sehingga kulit tetap dalam keadaan kering. Pengobatan ruam
popok adalah dengan menggunakan salep (zinc oxide dan petroleum).
Hati-hatilah bila membersihkan kulit si kecil. Seka kulitnya dengan
lembut karena jika terlalu kasar justru bisa memperlambat proses
penyembuhan.

Berbedakah Pospak Anak Laki-Laki Dan Perempuan?

Sama saja, kok. Fungsi popok adalah untuk menampung urin dan tinja
anak. Tidak ada perbedaan antara kotoran bayi laki-laki dan perempuan.
Tapi penting diperhatikan, pilih popok yang sesuai dengan berat badan
serta usia anak saat itu. Untuk masa awal bayi, popok sekali pakai ini
dirancang memiliki daya serap yang tinggi sehingga selangkangan selalu
kering.
Sementara untuk yang sudah berusia 2 tahun dirancang agar anak merasa
tidak nyaman setelah buang air atau kotoran. Ini dimaksudkan agar anak
membiasakan diri untuk segera buang air di tempatnya.
ref – Mailing List Nakita

Iklan

1 Response to "‘Efek Negativ’ Penggunaan Popok Sekali Pakai dan Kelebihannya"

Memakai Diapers pada bayi baru lahir bisa bikin bayi “Ngegang” ternyata tidak benar, ini faktanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: