agung

Ketahui Potensi Anak dari Sidik Jari

Posted on: 23 Juni 2010


Orang tua sangat penting untuk menggali potensi dan karakter anak seja dini untuk mengembangkan bakat mereka. Kini mengenali potensi dan karakter anak bisa dilakukan dengan analisis sidik jari.

Eksploitasi manfaat sidik jari terus digali untuk berbagai kepentingan. Salah satunya di bidang pendidikan. Sebab ternyata sidik jari bisa mendeteksi potensi dan karakter seorang anak. Inilah yang baru saja dilakukan para ahli dermatoglyphics (suatu ilmu yang mempelajari pola sidik jari) dan kalangan neuro-anatomi (kedokteraan- anatomi tubuh). Mereka menemukan bahwa pola sidik jari bersifat genetis dan telah muncul ketika janin dalam kandungan berusia 13 sampai 24 minggu.

Diketahui bahwa pola guratan-guratan kulit pada sidik jari ternyata memiliki keterkaitan dengan sistem hormon pertumbuhan sel pada otak. Itu sebabnya bukti ilmiah menunjukkan adanya korelasi lahiriah antara sidik jari dengan kualitas, bakat, dan gaya belajar seseorang.

Dari sinilah lantas muncullah apa yang disebut-sebut analisis sidik jari (fingerprint analysis). Sebuah metode pengukuran data biometrik dengan media pemindaian (scanning) sidik jari.

Metode ini digunakan untuk mengetahui pola distribusi responsivitas sistem saraf pada otak. Selanjutnya diinterpretasikan secara psikologis sebagai gaya bekerja otak yang paling dominan dalam kaitannya dengan potensi bakat, motivasi, karakter sampai pada gaya belajar atau bekerja seseorang. Metode psikometri adalah sebuah metode untuk mengukur kondisi psikologis seseorang dari aspek perilaku yang dimunculkan. Seperti tes IQ, tes bakat minat, tes kepribadian, grafologi atau tes gambar juga merupakan metode lain untuk mengukur kepribadian seseorang.

Biometrik maupun psikometri hanya dilakukan untuk membantu klien agar lebih mudah dalam memahami potensi tersebut. Selanjutnya metode pengamatan langsung terhadap potensi dan kepribadian seseorang dari prilaku keseharian seseorang juga bisa dilakukan.

Dikatakan psikolog anak, Efnie Indrianie SPsi, bahwa apabila sejak dini sudah diketahui dan dikenalinya bakat, karakter, dan gaya belajar anak, maka orang tua akan lebih mudah memberikan stimulasi dan pengarahan yang tepat dalam mengoptimalkan kecerdasan anak. Stimulasi yang tepat dan sesuai dengan potensi bakat, karakter, dan gaya belajar anak memang hendaknya diketahui setiap orang tua karena setiap anak merupakan individu unik yang berbeda.

”Jika stimulasi tepat, maka anak dapat menyerap, mengolah informasi, dan mengembangkan potensinya secara optimal,” ujar Efnie dalam acara seminar media ”Kenali Potensi, Karakter, dan Gaya Belajar Anak melalui Sidik Jari Cerdas Frisian Flag” yang diadakan Frisian Flag Indonesia di Balai Kartini Jakarta, belum lama ini.

Efnie menjelaskan, tidak sedikit orang tua yang menghadapi kesulitan ketika berinteraksi dan memberikan pengarahan kepada anak-anaknya. Dengan begitu, banyak kejadian orang tua yang terkadang mengikuti ambisinya untuk terus memaksa anak mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler dengan harapan dapat mengoptimalkan kecerdasan anak.

”Padahal, belum tentu semua kegiatan yang orang tua upayakan kepada anak-anaknya agar mengikuti les ini itu bisa sesuai dan tepat untuk mengoptimalkan potensi atau bakat anak,” sebutnya.

Efnie menyarankan, sebaiknya orang tua perlu mengenali terlebih dahulu potensi apa yang dimiliki anak tersebut sebelum menentukan kegiatan yang akan diikuti seperti dengan analisis sidik jari tersebut.

Pada masa pertumbuhannya, anak mengalami perkembangan, baik fisik maupun psikisnya. Dikatakan neurolog anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr Dwi Putro Widodo SpAK, bahwa perkembangan anak dipengaruhi tiga aspek, yaitu kepribadian, kecerdasan, dan bakat. Adapun pengaruh yang didapat secara alami atau oleh faktor genetika ialah bakat. Sementara, kepribadian dan kecerdasan selain dipengaruhi faktor alami yaitu genetika, juga dipengaruhi faktor lingkungan.


”Faktor tumbuh kembang anak dipengaruhi tiga faktor yaitu genetik, lingkungan, dan nutrisi,” jelasnya di acara yang sama. Karena itu, Dwi menjelaskan, dengan analisis sidik jari yang bisa mengenali potensi dan karakter anak, maka orang tua bisa mengembangkan kemampuan mereka sedini mungkin yang juga membawa dampak positif untuk kehidupan masa depannya kelak.
(Koran SI/Koran SI/tty)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: